Langsung ke konten utama

Pola Barisan Bilangan, Barisan dan Deret, Barisan dan Deret Aritmetika, Barisan Geometri


Pola Barisan Bilangan

1.      Pola garis lurus

Barisan : 1, 2, 3, 4 ,5, ...
Pola      : n

2.      Pola persegi panjang

Barisan : 2, 6, 12, 20, ...
Pola     : n x (n + 1)

3.      Pola persegi

Barisan : 1, 4, 9, 16, ...
Pola     : n2

4.      Pola segitiga

Barisan : 1, 3, 6, 10, ...
Pola      : 1/2n x (n + 1)

5.      Pola bilangan ganjil

Barisan :1, 3, 5, 7, 9, ...
Pola     : 2n – 1

6.      Pola barisan genap

Barisan : 2, 4, 6, 8, ...
Pola      : 2n

7.      Pola segitiga pascal

Barisan : 1, 2, 4, 8, 16, ...
Pola      : 2(n – 1)



Barisan dan Deret

1.      Barisan

Barisan adalah himpunan bilangan yang diurutkan menjadi suatu aturan tertentu. Tiap bilangan itu disebut suku-suku barisan bilangan atau dinotasikan Un. Secara umum barisan dapat ditulis dengan

U1, U2, U3, ... , {Un}

Dimana n adalah bilagan asli.

2.      Deret

Deeret adalah jumlah yang diperoleh dari penjumlahan suku—suku suatu barisan.

Barisan dan Deret Aritmetika

1.      Aritmetika

Aritmetika adalah suatu barisan bilangan dimana selisih antara dua suku yang berurutan selalu konstan

2.      Suku ke-n (Un)

Suku ke-n barisan aritmetika adalah

Un = a + (n – 1) b

Dengan

a = suku pertama
b = beda

3.      Jumlah n Suku Pertama (Sn)

Jumlah n suku pertama dalam deret aritmetika adalah

Sn = n/2 (U1Un)

    = n/2 (2a + (n – 1) b

Dengan :

                        a = suku pertama
                        b = beda
                        Un = suku ke-n

Barisan Geometri

1.      Barisan Geometri

barisan geometri adalah suatu barisan bilangan dimana perbandingan antara dua suku yang berurutan selalu konstan.

                                               U2/U1 = U3/U2 = Un/Un-1

Untuk selanjutnya, perbandingan antara dua suku yang berurutan dimana rasio, ditulis r.

2.      Suku ke-n

Suku ke-n barisan geometri adalah

Un = ar(n - 1)

Dengan
a = suku pertama
r = rasio

3.      Jumlah n Suku Pertama

Jumlah n suku pertama dalam deret geometri adalah           

Sn = a(rn – 1)/r - 1

                                                            = a (1 - rn)/ 1 - r

Dengan

a = suku pertama
r = rasio

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jenis-Jenis Segi Empat

A.     Jenis jenis segi empat 1.       Segi empat tidak beraturan Merupakan segi empat sembarang yang tiap sisi mempunyai panja ng yang berbeda dan mempunyai ukuran sudut yang berbeda. 2.       Segi empat beraturan a.        Merupakan segi empat sifat keteraturan tertentu. Sifat sifatnya antara lain : ·          Persegi panjang mempunyai 2 pasang sisi yang sejajar yang sama panjang. ·          Dua pasang sisi yang saling berhadapan sejajar. ·          Empat buah sudut sama besar yaitu 90 o . ·          Diagonalnya sama panjang dan saling berpotongan dan embagi dua sama panjang. Besaran ·          Keliling K = 2(p + l) ·    ...

KABATAKU

KABATAKU _Ada yang pernah dengar atau tahu dengan kata "KaBaTaKu". Apa sih KaBaTaKu itu ? Mungkin sebagian dari kita merasa asing dengan kata "KaBaTaKu", Jika sekilas di perhatikan kata "Kabataku" itu ngak Indonesia banget atau jangan-jangan kata KaBaTaKu itu berasal bahasa asing yach (Jepang_red) ? Misteri Kata KaBaTaKu, Cari Tahu yuk ...!!! Untuk menjawab pernyataan di bawah ini. Kata KaBaTaKu itu berasal dan asli dari kata bahasa indonesia lebih tepatnya itu merupakan sebuah kata akronim. Akronim adalah kependekan yang berupa gabungan huruf atau suku kata, atau bagian lain yang ditulis dan dilafalkan sebagai kata yang wajar. (KBBI Edisi Ketiga). Contoh akronim yang populer di masyarakat Indonesia misalnya pemilu (pemilihan umum), jurdil (jujur dan adil), cekal (cegah dan tangkal) dan lain sebagainya. Adapun kata "KaBaTaKu" merupakan akronim dari kata : BAgi, KAli, TAmbah dan KUrang. Akronim kata "KaBaTaKu" memang tidak sepo...

Cara Meningkatkan Minat Belajar Matematika Pada Anak

"Cara Meningkatkan Minat Belajar Matematika Pada Anak " Belajar matematika itu susah? Tidak jarang kita dapati banyak anak mengeluhkan pelajaran matematika di sekolah. Banyak dari mereka mengaku sulit memahami pelajaran matematika, padahal pelajaran ini menjadi komponen wajib dalam kurikulum, yang artinya akan terus diajarkan dari jenjang sekolah dasar hingga menengah. Dilihat dari manfaatnya, matematika menjadi salah satu disiplin ilmu yang dapat meningkatkan kemampuan anak dalam berpikir dan berargumentasi. Kegunaan ilmu ini bersifat jangka panjang dan sepanjang hidup maka dari itu menumbuhkan minat belajar matematika anak perlu dibina sejak dini. Pengajaran matematika sebaiknya menempatkan anak sebagai subjek yang belajar aktif. Jika didapati ada siswa yang kurang minat untuk mempelajari matematika, maka harus ada penanganan dari guru dan juga orang tua. Para pengajar harus dapat menyusun sistem pembelajaran untuk materi matematika dengan strategi yang bervar...